Pemkab Dharmasraya Rampingkan Kegiatan Safari Ramadan

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Dharmasraya, Natra Hendri.

Dharmasraya– Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan secara nasional, sejumlah pemerintah daerah melakukan penyesuaian pada berbagai program kegiatan, termasuk agenda rutin Safari Ramadhan. Seperti yang dilakukan oleh pemerintah daerah Dharmasraya.

Dimana, di daerah itu, Safari Ramadan merupakan tradisi tahunan pemerintah untuk mempererat silaturahmi dengan warga melalui kunjungan ke masjid-masjid, penyerahan bantuan sosial, serta dialog langsung dengan masyarakat. Namun tahun ini, jadwal kunjungan tim Safari Ramadan dirampingkan guna menyesuaikan alokasi anggaran.

Sejumlah kepala daerah menyampaikan bahwa pengurangan jadwal bukan berarti menghilangkan kegiatan sepenuhnya. Kunjungan tetap dilakukan, namun dengan jumlah titik yang lebih terbatas dan format acara yang lebih sederhana. Jika sebelumnya tim mengunjungi satu masjid di setiap nagari, saat ini hanya ada satu masjid di satu kecamatan.

“Tahun ini kita rampingkan dari satu masjid setiap nagari, jadi satu masjid di satu kecamatan ” kata kabag Kesra Netra Hendri, Selasa (24/2/26).

Meski demikian, lanjutnya, bantuan tetap diberikan seperti biasanya. Cuma saja sedikit berbeda dibandingkan dengan tahun lalu. Jika tahun lalu, bantuan diberikan setiap masjid yang di kunjungi.

“Kini kita buat menjadi satu titik masjid di setiap satu kecamatan,” jelas pria yang tak lepas tangannya dari tasbih itu.

Ia menjelaskan, seluruh pengurus masjid yang masjidnya mendapat bantuan, dikumpulkan pada titik masjid. Yang mana, lanjutnya, bantuan diberikan secara simbolis oleh Ketua Tim Safari Ramadan.

“Satu masjid mendapat Rp10 juta, sedangkan 20 Al Quran dan Rehal serta tikar sholat diperuntukkan untuk masjid yang di kunjungi,” ucapnya.

Dikatakannya, Safari Ramadan tetap di laksanakan ditengah Efisiensi anggaran, sebagai salah satu bentuk kedekatan pemerintah daerah dengan masyarakat.

“Kami tetap menjalankan Safari Ramadhan karena ini bagian dari komitmen pelayanan dan kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Namun pelaksanaannya kami sesuaikan agar lebih efisien dan tepat sasaran,” ujarnya.

Efisiensi dilakukan antara lain dengan mengurangi jumlah rombongan, membatasi penggunaan fasilitas pendukung, serta mengoptimalkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat.

“Saat ini ada empat tim dengan empat kali turun. Yang ikut dalam kegiatan tersebut mulai dari eselon IIIA dan eselon II, dimulai sejak tanggal 23 hingga 12 maret,” ungkapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *