Menghitung Peluang Semen Padang FC Bertahan di Super League

Semen Padang FC bertekad bertahan di kasta tertinggi sepakbola nasional. Misi kebangkitan terus di usung pemain dan manajemen tim.

Padang – Semen Padang FC masih berada di zona merah BRI Super League. Untuk sementara menempati posisi 16 dengan koleksi poin 15.

Banyaknya kehilangan poin di putaran kedua menjadi masalah krusial, sehingga tim urang awak saat itu bercokol di zona bahaya.

Beruntung jajaran manajemen melakukan upaya nyata dalam menyelematkan tim ini. Sederet pemain baru, terutama sing didatangkan. Mereka yang tidak berkontribusi di depak atau pindah ke tim lain dengan status pinjaman.

Upaya itu mendatangkan hasil sejauh ini. Dalam tiga laga yang dilalui skuad asuhan Dejan Antonic, Semen Padang belum tersentuh kekalahan.

Dua laga away berakhir imbang, sementara laga perdana putaran kedua menghadapi Persita beberapa waktu lalu berhasil dimenangkan.

Lantas seperti apa peluang Semen Padang untuk setidaknya bisa bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional?

Sejauh ini Kabau Sirah masih menyisakan 14 pertandingan pada putaran kedua. Tujuh laga akan bertindak sebagai tuan rumah. Sedangkan pertandingan akan dimainkan di kandang lawan.

Peluang untuk terus memperbaiki posisi tetap terbuka. Konsistensi dalam meraih poin menjadi kunci utama agar momentum positif tidak terhenti.

Dari hitung-hitungan di atas kertas, setiap tim yang ingin selamat dari zona degradasi pada kompetisi kali ini minimal harus bisa mengumpulkan 39 sampai 40 poin. Artinya, Semen Padang di akhir kompetisi nanti wajib mengemas poin 40 agar terhindar turun ke kasta kedua.

Untuk itu, tidak ada cerita kalah ataupun seri pada  laga kandang.Artinya, jika Semen Padang mampu memaksimalkan setiap pertandingan dengan kemenangan, otomatis 21 poin di tangan. Sementara untuk laga tandang minimal mengumpulkan 8 poin.

Andai saja itu terealisasi, maka pada papan klasemen akhir nanti, Kabau Sirah mengoleksi 45  poin. Hitung-hitungannya, denga modal itu bisa tetap bertahan pada kasta tertinggi sepakbola nasional untuk edisi 2026-2027.

Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey mengatakan, di tengah ketatnya kompetisi, kebangkitan Kabau Sirah di putaran kedua menjadi sinyal bahwa Semen Padang FC belum menyerah dalam perburuan bertahan di Liga-1.

“Setiap poin kini memiliki arti besar, dan kemenangan atas Persita menjadi pengingat bahwa harapan masih menyala di Padang. Tim kebanggaan orang Sumbar ini harus bertahan di kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih Dejan Antonic mengingatkan anak asuhannya untuk selalu fokus pada setiap pertandingan. Ia berharap pada laga menghadapi Arema FC pada Minggu (15/2/2026), Semen Padang mampu membawa pulang poin.

“Kita berangkat ke sana (kandang Arema) untuk meraih poin,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *