Padang, posinfo.co – Popularitas kelas Cucak Hijau di Kota Padang semakin menunjukkan eksistensinya.
Di beberapa Latberan, Kelas Cucak Hijau selalu ramai. Sederet pemain baru, atau pemain kicauan lain satu persatu mulai mencoba beralih mencari hoki ke gacoan yang satu ini.
Saat ini banyak bermunculan Cucak Hijau “rising start” di arena gantangan. Meski belum stabil, namun hal ini menandakan kans untuk tampil sebagai juara di kelas Cucak Hijau terbuka, tak melulu gacoan juara bertahan dengan tahtanya.
Tak Seperti Kacer dan Murai Batu
Asiknya bermain Cucak Hijau, salah satu alasannya lantaran tidak sama dengan Kacer dengan “Balonnya” atau Murai dengan tantangan “Ngelowo”.
Main Cucak Hijau justru santai. Kalau tidak jalan di gantangan, paling cuma diam dan loncat-loncat.
Atau kalau pun jalan, tantangannya hanya nyisir, dan gagal juara.
Lantas mengapa akhir-akhir ini, kelas Cucak Hijau mulai ramai sehingga membuat pengelola Latberan memberikan perhatian khusus terhadap pemain kicauan yang satu ini?
Sebagian pemain Cucak Hijau menjawab, lantaran gacoan ini gampang di otak-atik dan rawatan simple.
Meski, untuk mencari Cucak Hijau yang punya mental, vokal keras dan bongkar isian tidak semudah membalikan telapak tangan.
Untuk membuktikan popularitas Cucak Hijau, silakan datang ke beberapa arena Latberan di Kota Padang.
Sebutlah, untuk saat ini Latberan PAB Arai Pinang bisa dikatakan pusat berkumpul Cucak Hijau Kota Padang di akhir pekan.
Setiap Minggunya, paling tidak 20 gantangan Cucak Hijau tampil di Latberan yang berlokasi di Arai Pinang, Kota Padang itu.
Selain di sana, Latberan Metro feta W’Pets, Latberan MII, Latberan Rantau Super Star juga dihiasi oleh kelas Cucak Hijau.
Makin maraknya pemain Cucak Hijau juga tak bisa dipisahkan dari eksistensi pemain yang setia dengan gacoan yang satu ini.
Sebutlah, Yuody Bachreza dengan Patrik-nya. Meski sekarang sudah takeover, namun sebutan pemain Cucak Hijau tak bisa hilang begitu saja.
Selanjutnya Hendri Piai dengan jagoannya Edrogan, Mas Dwiharto dengan Cucak Hijau Tejo.
Ada lagi sederet Cucak Hijau yang kini tengah naik daun yang kerap juara di level Latberan.
Butuh Kepiawaian Juri
Salah satu pemain senior Cucak Hijau Kota Padang, Dwiharto mengatakan, untuk meningkatkan pamor Cucak Ijo, dibutuhkan komitmen dan kepiawaian juri.
Ia mengatakan, harus jelas apa yang di nilai dari Cucak Ijo. Jangan sampai Cucak Hijau yang cuma nembak sekali-sekali mengalahkan yang durasi.
“Ini yang membuat pemain patah semangat. Kadang Cucak Hijau yang durasi, vokal tembus, eh.. kalah dengan nembak awal, tengah dan akhir,” ujarnya, Minggu (14/5/2023).
Menurutnya, durasi, materi, vokal, gaya adalah hal terpenting dalam penilaian Cucak Hijau.
“Seluruh pemain sudah tahu itu, tapi di lapangan, kadang yang main putus-putus dan nembak sesekali bisa mengalahkan yang main rapat dan bongkar isian juga,” terangnya. (001)




