Beruang Madu Teror Petani Sawit

Penampakan beruang madu misterius di perkebunan sawit yang sontak meneror warga Jorong Pandaleh, Nagari Sialang Gaung, Dharmasaya.

Dharmasraya – Geger, seekor beruang hitam sejak dua hari berturut turut muncul dan berkeliaran di perkebunan sawit milik warga di Jorong Pandaleh, Nagari Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, pada Sabtu (14/02/2). Hal ini membuat para petani  kuatir dan memaksa mereka pulang lebih awal.

Kemunculan satwa liar bertubuh besar yang dinilai cukup buas ini, sontak memicu kepanikan, membuat warga dihantui rasa cemas saat beraktivitas di kebun dan sekitar permukiman.

Meski belum memakan korban jiwa, namun ‎Keberadaan beruang madu tersebut, jelas menjadi momok yang menakutkan oleh warga saat beraktivitas di perkebunan.

‎Pemilik kebun, Adwillian Hika (31), mengaku sangat terkejut saat pertama kali melihat beruang tersebut. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi pada sore hari ketika dirinya sedang berkemas untuk pulang dari kebun.

‎“Saya takut bukan main, tubuh menggigil, melihat seekor beruang tiba-tiba muncul di balik pohon sawit, jaraknya sekitar 25 meter dari saya,” ujar Adwillian saat menceritakan kejadian tersebut kepada wartawan, Minggu (15/2/2026).

‎Merasa keselamatan terancam, Adwillian langsung berlari naik ke atas pondok untuk menyelamatkan diri. Dari atas pondok, ia merekam kemunculan beruang tersebut menggunakan ponselnya sambil memastikan jarak aman dari satwa liar itu.

“Ini pertama kali ada beruang muncul di perkebunan dan tentunya sangat mengkuatirkan,” ucapnya.

‎Menurutnya, setelah beberapa saat, beruang tersebut akhirnya menjauh dari lokasi kebun. Namun ketakutannya belum sepenuhnya hilang, karena keesokan paginya satwa yang sama kembali terlihat di sekitar area tersebut.

‎Bayangan ancaman terus membayangi, mengingat beruang dikenal sebagai satwa buas yang bisa menyerang sewaktu waktu. Warga pun terpaksa meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama pada pagi dan sore hari, sembari berharap pihak terkait segera turun tangan sebelum kejadian yang lebih buruk terjadi.

‎Adwillian berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menangani permasalahan ini secara serius. Ia meminta agar ada langkah cepat sebelum menimbulkan korban jiwa.

‎“Saya berharap pemerintah Kabupaten Dharmasraya segera mengatasi masalah ini. Jangan sampai ada manusia yang menjadi korban,” ungkapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *