Padang, posinfo.co – Liga-2 tahun ini bakal menggunakan format dan regulasi baru.
Hal ini terkait penggunaan pemain asing. Di mana setiap klub boleh menggunakan pemain impor, masing-masing, satu pemain Asia dan satu non Asia.
Regulasi penggunaan pemain asing di Liga 2 musim ini di sampaikan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus.
Menurut Ferry, keberadaan pemain asing membuat level Liga 2 naik.
“Kita ingin angkat Liga 2 naik kelas. Paling tidak bisa dibilang profesional, tapi belum full.”
“Ketika klub Liga 2 promosi sudah biasa dan pernah mengalami pemain asing,” kata Ferry.
Selain penggunaan pemain asing, pada kompetisi sepakbola kasta kedua ini juga memakai format pembagian wilayah. Akan ada 4 wilayah pada kompetisi nanti.
Terakhir kali penggunaan pemain asing di kompetisi kasta kedua Indonesia adalah pada 2014.
Baca Juga: Verry Mulyadi Berharap Semen Padang FC Kembali ke Liga-1
Musim berikutnya tak ada lagi kuota pemain asing dengan pertimbangan pemerataan. Kebijakan ini berlanjut hingga musim 2022/2023.
Bagaimana dengan Semen Padang?
Lantas, apakah tim urang awak, Semen Padang FC akan memaksimalkan regulasi ini. Atau malah memanfaatkan peran pemain lokal? Begini tanggapan manajemen Semen Padang FC.
CEO PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Win Bernadino belum mau banyak berkomentar mengenai format ini.
Ia mengatakan, masih menunggu surat resmi mengenai regulasi ini dari PSSI dan PT LIB.
“Memang kita masih menunggu regulasi resminya. Karena baik dari PSSI maupun PT LIB belum mengirimkan surat secara resmi.”
“Tadi malam (kemarin) rapat itu hanya menginformasikan dan sharing mengenai rencana kompetisi ke depan yaitu kick off tanggal 3 September,” ujar Win Bernadino, Rabu (28/6/2023).
Baca Juga: Gara-gara Konten TikTok, Mahasiswa KKN UNP Harus Angkat Kaki dari Bungus
Meski belum mendapat surat secara resmi, namun Win Bernadino menyebut, pihaknya berkemungkinan akan memaksimalkan regulasi ini, jika sudah mendapat surat resmi.
“Kalau memang ada regulasi pemain asing, kemungkinan SPFC akan memanfaatkan regulasi tersebut. Ini agar tim semakin kompetitif dan bisa bersaing dengan tim lain,” pungkasnya. (001)




