Padang – Publik Semen Padang dibuat kecewa. Kemenangan di partai penutup putaran pertama menghadapi penghuni posisi bontot klasemen, Persiapan Solo gagal dijinakkan di kandang sendiri, Stadion Haji Agus Salim Padang, Minggu (11/1/2026).
Kabau Sirah yang diunggulkan mampu mengalahkan tim tamu, justru dibikin malu, kalah 2-3 yang sekaligus mempertegas capaian buruk Semen Padang dalam 17 laga yang dilakoni.
Sepanjang putaran pertama, Leo Guntara dan kolega hanya mampu mengamankan 3 kemenangan, sekali imbang dan 13 kali menelan kekalahan. Untuk sementara tim urang awak berada di zona merah, peringkat 17 dengan koleksi 10 poin.
Evaluasi total menjadi kunci memperbaiki tim di putaran kedua nanti.
Manajemen harus mengevaluasi pemain yang tidak memiliki mental bertanding dan berjuang setengah hati.
Selain itu, pilar asing putaran pertama yang minim kontribusi harus diganti dengan yang jauh lebih segar serta memiliki kualitas di atas yang ada sekarang.
Putaran kedua merupakan kesempatan trakhir untuk bangkit. 17 pertandingan sisa menjadi penentu, apakah tetap bertahan di kompetisi kasta tertinggi nasional, atau “sekolah” ke Liga-2.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic mengaku malu dengan kekalahan dari Persis Solo. Ia menilai kemenangan menjadi modal berharga jelang menyongsong putaran kedua.
“Saya sangat kecewa dengan hasil pertandingan tadi. Kita semua harus malu dengan hasil kali ini,” tegas Dejan dalam sesi jumpa pers usai laga.
Pelatih asal Serbia itu tak bisa menutupi kekeselannya terhadap pemain.
Ia menyoroti banyaknya kesalahan individu serta minimnya kerja sama antarpemain sehingga membuat permainan secara tim tidak berjalan semestinya.
Dejan menegaskan seluruh pemain adalah profesional, namun dirinya menilai sikap dan mental bertanding jauh dari harapan. (*)




