Kurniawan DY Beberkan Kunci Kemenangan Indonesia Atas Thailand

Ernando Ari, dkk saat merayakan tiket semifinal Sea Games usai mengalahkan Vietnam, 3-2 di semfinal. ,
Ernando Ari, dkk saat merayakan tiket semifinal Sea Games usai mengalahkan Vietnam, 3-2 di semfinal. (Foto: PSSI)

Jakarta, posinfo.co – Gemerlap Sea Games 2023 Kamboja memang telah berakhir. Ketegangan laga final Cabor Sepakbola pun hanya menyisakan kenangan.

 

Namun, masih banyak kisah yang akhirnya menjadi buah bibir atas keberhasilan Timnas U-22 meraih medali emas Sea Games, setelah penantian selama 32 tahun.

 

Ya, keberhasilan anak asuh Indra Sjafri membawa pulang medali emas bergengsi Cabor sepakbola menjadi perbincangan hangat di seantero negeri.

 

Hal ini tak terlepas dari skor mencolok di final, mengalahkan raksasa Asia Tenggara, Thailand dengan skor fantastis, 5-2.

 

Publik Thailand tentu tidak bisa mempercayainya. Begitu pun Indonesia. Skor 2-1 sebelum perpanjangan waktu, dinilai hasil yang adil pada laga krusial itu.

 

Kurniawan Beberkan Kunci Kalahkan Thailand

 

Legenda sepakbola Indonesia yang sekaligus asisten pelatih Indra Sjafri, Kurniawan Dwi Yulianto membeberkan kunci kemenangan Garuda Muda atas Thailand.

 

“Si Kurus”, julukan Kurniawan mengatakan kunci utama mengalahkan Thailand adalah kebersamaan dan kesolidan tim.

 

“Memang sejak dari awal kita sampaikan, jika kita harus saling mensupport, sebab setiap individu yang ada di tim adalah kekuatan.”

 

“Ini yang menguatkan kami,” ungkap Kurniawan pada sesi wawancara bersama presenter Kompas TV, Rabu (7/5/2023).

 

Ia menambahkan, para pemain memang telah fokus sejak pertandingan pertama hingga laga final.

 

Selain itu pemain juga telah memahami taktik dan strategi tim pelatih dan yang paling penting menurut Kurniawan, mental pemain sangat luar biasa.

 

“Dari awal kita memang sepakat memecahkan “telur” setelah 32 tahun tidak memperoleh medali emas,” ungkapnya.

 

Sempat Kehilangan Fokus

 

Kurniawan menilai, waktu injury time yang diberikan wasit yakni hanya 7 menit, akhirnya molor menjadi 8 menit menjadi sebuah malapetaka.

 

Kondisi ini justru termanfaatkan oleh Thailand sehingga mampu mencetak gol penyeimbang di jelang wasit menutup laga.

 

“Dari stop watch yang kita punya, memang waktu injury time sudah habis, tapi mungkin wasit melihat ada beberapa insiden yang mengharuskannya menambah waktu tambahan,” ujar Kurniawan.

 

Ia menyebut, peluit pelanggaran yang ditiupkan wasit di kira oleh ofisial dan tim pelatih merupakan akhir dari pertandingan.

 

Sehingga tim di pinggir lapangan langsung bersorak dan merayakan kemenangan.

 

Namun, kenyataannya wasit memberikan pelanggaran untuk Thailand.

 

Ini yang mengganggu fokus pemain, karena mereka juga menyangka pertandingan sudah usai.

 

“Pada saat belum siap, mereka menghadapi serangan Thailand, sehingga kebobolan dan harus bermain di babak pertamabahan waktu,” tambah Kurniawan.

 

Meski begitu, ia mengapresiasi semangat juang dan mental pemain. Sehingga pada akhirnya, selebrasi juara tetap dilakukan.

 

Hebatnya, Thailand kalah lebih menyakitkan lagi, 5-2. Sebuah kekalahan dengan mencolok yang di luar perkiraan siapa pun. (001)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *